“Sebaik-baik pemimpin adalah orang yang menjadi pemimpin terhadap dirinya.”
Suatu hari ketika masih kanak-kanak, Abdullah bin Umar datang menemui ayahnya sambil menangis.
“Mengapa kau menangis wahai putraku?” tanya ayah.
“Ayah! Teman-temanku telah menghitung tambalan yang ada di jubah ku sambil mengejek ku. Mereka bilang bahwa putra Amir Al-Mukminin pakai baju compang-camping.”
“Berapa banyak tambalan yang ada pada bajumu?” tanya ayah.
“Kira-kira empat belastambalan,” jawab si anak.
Umar bin Khottab, ayah yang duduk sebagai pemimpin tertinggi di sebuah pemerintahan Islam yang sangat besar tidak berkomentar apa-apa. Baginya, ketik
Suatu hari ketika masih kanak-kanak, Abdullah bin Umar datang menemui ayahnya sambil menangis.
“Mengapa kau menangis wahai putraku?” tanya ayah.
“Ayah! Teman-temanku telah menghitung tambalan yang ada di jubah ku sambil mengejek ku. Mereka bilang bahwa putra Amir Al-Mukminin pakai baju compang-camping.”
“Berapa banyak tambalan yang ada pada bajumu?” tanya ayah.
“Kira-kira empat belastambalan,” jawab si anak.
Umar bin Khottab, ayah yang duduk sebagai pemimpin tertinggi di sebuah pemerintahan Islam yang sangat besar tidak berkomentar apa-apa. Baginya, ketik


