Uni Kebebasan Sipil Amerika (The American Civil Liberties Union)
mengajukan gugatan atas nama Lisa Valentine, seorang wanita Muslim di
Georgia, Atlanta, Amerika, Selasa (14/12). Ia ditahan tahun 2008 karena
menolak melepas jilbabnya saat memasuki ruang pengadilan Kota
Douglasville untuk menemani keponakannya dalam sebuah sidang dengar
pendapat.
Lisa Valentine memrotes secara verbal perintah melepas jilbab itu dan sempat dipenjara dengan dakwaan menghina pengadilan. Valentine lalu menggugat pemerintah Kota Douglasville dan pejabat pengadilan dengan alasan kebebasan agamanya dilanggar.
Pada Juli 2009 ketika Dewan Peradilan Georgia memperbolehkan wanita jilbab masuk kedalam ruang pengadilan Georgia. Valentine meminta rekomendasi itu dibuat dalam suatu kebijakan yang mengikat.
Valentine mengatakan, petugas pengadilan memaksanya untuk melepaskan jilbab.
“Saya sama sekali tidak bepikir akan mengalami hal memalukan seperti itu,” katanya seperti dikutip The New York Times (15/12). “Jilab ini identitas saya. Melepas jilbab sama saja dengan melepaskan baju saya…”
Para petugas Douglasville pada saat itu mengatakan bahwa mereka berusaha untuk mengikuti peraturan-peraturan ruang pengadilan yang melarang penggunaan penutup kepala. Pimpinan Kepolisian Douglasville, Joe Whisenant, menyebut insiden saat itu sebagai sebuah “salah komunikasi”. (Mel/ddhongkong.org).*
Lisa Valentine memrotes secara verbal perintah melepas jilbab itu dan sempat dipenjara dengan dakwaan menghina pengadilan. Valentine lalu menggugat pemerintah Kota Douglasville dan pejabat pengadilan dengan alasan kebebasan agamanya dilanggar.
Pada Juli 2009 ketika Dewan Peradilan Georgia memperbolehkan wanita jilbab masuk kedalam ruang pengadilan Georgia. Valentine meminta rekomendasi itu dibuat dalam suatu kebijakan yang mengikat.
Valentine mengatakan, petugas pengadilan memaksanya untuk melepaskan jilbab.
“Saya sama sekali tidak bepikir akan mengalami hal memalukan seperti itu,” katanya seperti dikutip The New York Times (15/12). “Jilab ini identitas saya. Melepas jilbab sama saja dengan melepaskan baju saya…”
Para petugas Douglasville pada saat itu mengatakan bahwa mereka berusaha untuk mengikuti peraturan-peraturan ruang pengadilan yang melarang penggunaan penutup kepala. Pimpinan Kepolisian Douglasville, Joe Whisenant, menyebut insiden saat itu sebagai sebuah “salah komunikasi”. (Mel/ddhongkong.org).*


0 komentar:
Posting Komentar